Showing posts with label Motivator Indonesia Terkenal. Show all posts
Showing posts with label Motivator Indonesia Terkenal. Show all posts

Tuesday, March 20, 2018

Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Terkenal

Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia Termuda, Motivator Indonesia Terpilih,

Seminar motivasi, Anda pernah ikut? Sebagai motivator Indonesia, saya sering membawakan seminar motivasi di berbagai kesempatan.

Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia Termuda, Motivator Indonesia Terpilih,

Walaupun disebut-sebut motivasi, di sini perlu diketahui, isinya bukan lagi seruan-seruan penuh semangat (spirit generator), melainkan lebih ke hal-hal teknis dalam mencapai sesuatu (solution generator). 

Maka muncullah berbagai daftar tema lain, seperti seminar perubahan, training persiapan pensiun (MPP), pelatihan tim penjualan, pelatihan otak kanan, seminar pencapaian target, dll.

Menjadi motivator Indonesia, sudah menjadi passion bagi saya, bukan sekadar profesi. Sejauh ini saya berusaha menjadi salah satu motivator terbaik atau pembicara terbaik di workplace. 

Bukan saja secara nasional namun juga secara internasional. Dengan izin Yang Maha Kuasa, alhamdulillah, seminar saya telah menembus belasan negara di empat benua! Bukan sekadar Asia!

Terima kasih kepada perusahaan dan organisasi yang telah mengundang. Semoga membawa manfaat dan perubahan.

Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia Termuda, Motivator Indonesia Terpilih,

Thursday, March 8, 2018

Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia Asia, Motivator Indonesia Pilihan

Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia Asia, Motivator Indonesia Pilihan

Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia Asia, Motivator Indonesia Pilihan
Motivator Indonesia Ippho Santosa bersama 3 putrinya


Kali ini coba Anda jawab pertanyaan saya. Pilih mana, mentraktir atau ditraktir?

Begini. Kalau kita sering minta-minta, otak bawah sadar akan merekam, "Aku tidak mampu dan pantas dikasihani." Kemampuan kita akan melemah. Sayangnya, betapa banyak orang di sekitar kita yang bersikap begitu. Jangan-jangan Anda juga termasuk

Hm, ngarep-ngarep ditraktir, malu dikit napa? Ayo miliki mental kaya! Diberi, yah terima. Nggak diberi, jangan ngarep-ngarep, jangan minta-minta. Nabi Muhammad sering diberi hadiah dan itu diterima oleh Nabi. Tapi, Nabi nggak pernah minta-minta. Harga diri pun terjaga.

"Sesiapa yang meminta sesuatu kepada orang lain tanpa adanya kebutuhan, maka ia telah memakan bara api," HR Ahmad.

Traktir dong!
Minta dong!
Gratis dong!
Oleh-oleh dong!

Pernah mendengar kalimat-kalimat itu? Sering kayaknya. Awal-awalnya cuma iseng, lama-lama jadi kebiasaan. Berurat-berakar. Ketika kemudian diingatkan, sudah tidak mempan lagi.

Misal kita perlu atau mau sesuatu, tapi nggak punya uang, terus gimana? Yah kerahkan tenaga. Umpama, Anda ingin ikut seminar, tapi nggak punya uang. Yah kerahkan tenaga. Dekati panitianya dan jadilah penjual tiketnya. Begitu terjual 5 atau 10 tiket, sepertinya Anda boleh masuk secara cuma-cuma.

Sekali lagi, kerahkan tenaga Anda, berikan jasa Anda. Bukan memelas apalagi memamerkan kemiskinan. Maaf, ini contoh saja. Agar Anda dan saya punya mental kaya. Nah, saat Anda memberikan jasa Anda, terjadilah muamalah yang setimpal. Harga diri pun terjaga.

Kembali soal mentraktir. Gimana dengan orang yang gemar mentraktir dan gemar melayani. Ini bagus sekali. Saya menyebutnya mental kaya. Betapa banyak orang di sekitar kita yang bersikap sebaliknya. Ngarep-ngarep ditraktir. Nggak heran, semakin nyungsep hidupnya.

Saran saya, setiap kali ada kesempatan, usahakan untuk mentraktir. Walaupun dia yang jadi atasan, walaupun dia yang lebih kaya. Lagi-lagi, ini soal mental kaya.

Percayalah, ini bukan soal uang. Zaman saya susah dulu, saya sudah terbiasa mentraktir. Apalagi sekarang, yang insya Allah nggak susah lagi. Pada akhirnya, mari biasakan diri kita untuk mentraktir.

Sepertinya ini sepele, padahal tidak. Sama sekali tidak.

Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia Asia, Motivator Indonesia Pilihan

Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Asia, Motivator Indonesia Terkenal

Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Asia, Motivator Indonesia Terkenal

Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Asia, Motivator Indonesia Terkenal
Motivator Indonesia Ippho Santosa sedang berlatih thai boxing


Selama ini, saya cenderung memilih olahraga yang ringan-ringan saja, tanpa konfrontasi, seperti berenang, jogging, dan treadmill. Bagi saya, kurang nyaman rasanya kalau fisik sampai berbenturan.

Tapi saat usia saya menginjak 40 tahun, saya malah berpikir yang sebaliknya, "Hei! Kenapa nggak nyoba sesuatu yang baru?" Toh prinsip saya sejak dulu, "Selagi legal dan halal, yah hajar."

Akhirnya saya dan istri memilih satu olahraga yang baru. Sedikit keras, menurut kami. Apa itu? Ya, sudah sekian bulan saya dan istri latihan thai boxing. Memang ini sekadar untuk sport, bukan untuk fight.

Awal-awal sempat merasa kuatir bahkan takut. Seperti kuatir terkilir, lecet, atau sejenisnya. Tapi kami coba saja. Dulu, guru saya pernah berpesan, "Tak perlu memanjakan rasa takut. Hadapi itu. Buktikan sesuatu."

Tiba-tiba saja saya teringat Mark Zuckerberg, pendiri Facebook. Sejak dulu sampai sekarang, Mark Zuckerberg sudah terbiasa dengan masa-masa sulit dan kritikan. Berbekal keberanian dan semangat, karya nyatalah yang menjadi tumpuan perhatiannya. Baginya, mengeluh adalah pantang. Dan mundur adalah terlarang.

Ya, dia berani. Sangat berani.

Ingat. Dalam bisnis, keberanian adalah modal. Uang banyak, nggak jaminan. IQ tinggi, nggak jaminan. Badan kekar, nggak jaminan. Yang utama dan pertama adalah keberanian. Saya ulang, ke-be-ra-ni-an.

Lantas, gimana dengan kita? Saran saya, jangan manjakan rasa takut kita. Lebih baik hadapi itu dan buktikan sesuatu. Saya harap Anda setuju.

Semoga ini memotivasi teman-teman untuk menjaga kesehatan juga menjaga stamina.

Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Asia, Motivator Indonesia Terkenal

Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia Asia

Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia Asia

Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia Asia


Takjub!

Saya sampai bertanya-tanya kenapa lebah diabadikan sebagai nama surah di Kitab Suci? Why? Bahkan madu, salah satu produk turunan lebah, tertulis di semua Kitab Suci. Ya, semua Kitab Suci.

Mari kita simak kelebihan-kelebihan lebah.

Lebah ternyata bisa berhitung, walaupun hanya sampai empat. Mereka tahu seberapa jauh mereka terbang dengan menandai maksimal empat titik. Ingat, tak semua hewan pandai berhitung.

Menurut Guinness World Record, lebah madu adalah hewan terkecil yang digunakan untuk mendeteksi ranjau darat. Hebatnya, lebah madu dapat mencium bau trinitrotoluene atau TNT dari jarak 4,5 kilometer. Wuih!

Dua fakta ini menunjukkan bahwa lebah sangat hati-hati dan sangat peka terhadap potensi bahaya.

Hal lain. Kita sama-sama tahu, sumber makanan lebah dipilih dari yang baik-baik yaitu nektar (sari bunga) dari bunga yang terbaik dan menghasilkan yang baik-baik pula, berupa madu dan propolis.

Lihat saja. Di mana saja lebah hinggap, tak satu pun daun atau ranting yang rusak. Alih-alih merusak, lebah malah membantu penyerbukan tumbuhan.

Sarang lebah juga terkenal sangat steril, sehingga tidak ada bakteri atau kuman yang masuk. Walhasil tidak ada pembusukan di sarang lebah. Boleh dibilang, sarangnya adalah antioksidan alami dan sistem imun alami.

Ya, lebah dan sarangnya sangat sehat. Bahkan salah satu tempat paling steril di muka bumi. Tak heran kalau lebah sangat kuat dan sanggup menjaga dirinya dan koloninya.

Semoga kelebihan-kelebihan lebah ini menjadi inspirasi dan motivasi bagi kita. Baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam bisnis. Sekian dari saya, Ippho Santosa.


Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia Asia